Anda membutuhkan tanaman dalam partai besar? Kami tawarkan harga terbaik untuk anda. Segera hubungi kami
081 3355 95272

Jual Bibit Juwet Hitam Harga Murah

Jual Bibit Juwet Hitam Harga Murah

Jamblang atau Juwet/Duwet(dalam bahasa Jawa), mungkin tidak banyak yang mengetahuinya. Jamblang, jambu keling atau duwet adalah sejenis pohon buah dari suku jambu-jambuan (Myrtaceae). Buah juwet memiliki karakter rasa yang sangat manis dan rasa lengket yang sedikit sepat dan asam. Tapi jangan salah buah juwet banyak dicari karena terbukti bisa menyembuhkan beberapa jenis penyakit dan manfaat pohonnya secara keseluruhan.

Jika Anda berminat membudidayakan tanaman ini, kami mempunyai 2 jenis tanaman juwet, yaitu Juwet Putih dan Juwet Hitam. Silahkan hubungi kami di
www.anekabibitmurah.com & www.istanabibit.com
YouTube: Aneka Bibit Murah
Facebook: Aneka Bibit Murah 

Juwet Hitam

Jamblang, jambu keling atau duwet adalah sejenis pohon buah dari suku jambu-jambuan (Myrtaceae). Tumbuhan berbuah sepat masam ini dikenal pula dengan berbagai nama seperti jambee kleng (Aceh), jambu kling (Gayo), jambu kalang (Min.), jambulang, jambulan, jombulan, jumblang (aneka nama lokal di Sulut), jambulan (Flores), jambula (Ternate), jamblang (Btw., Sd.). Juga jambu juwat, jiwat, jiwat padi (Ind., juwet atau duwet (Jw.), juwet, jujutan (Bl.), dhuwak, dhalas (Md.), duwe (Bima) dan lain-lain. Dalam berbagai bahasa asing buah ini dikenal sebagai jambulan, jambulana (Malaysia), duhat (Filipina), jambul, jamun, atau Java plum (Ingg.), dan lain-lain. Nama ilmiahnya adalah Syzygium cumini.

Buah jamblang biasa dimakan segar. Di India dan Filipina, seperti juga kebiasaan di beberapa daerah di Indonesia, buah jamblang yang masak dicampur dengan sedikit garam dan kadang-kadang ditambahi gula, lalu dikocok di dalam wadah tertutup (biasanya dua mangkuk ditangkupkan) sehingga lunak dan berkurang sepatnya. Buah yang kaya vitamin A dan C ini juga dapat dijadikan sari buah, jeli atau anggur.

Di Filipina, anggur jamblang diusahakan secara komersial. Beberapa bagian tumbuhan juga dipergunakan sebagai bahan obat, tradisional maupun modern. Kulit batang, daun, buah dan bijinya acapkali digunakan sebagai obat kencing manis, murus (diare), dan beberapa penyakit lain. Bahkan simplisia dari kulit batang (dikenal sebagai Syzygii cortex) dan biji jamblang (disebut Syzygii semen) dahulu dianjurkan sebagai sediaan apotek yang tidak wajib. Di samping tanin, bahan aktif yang dikandungnya antara lain adalah glukosida yambolin (jamboline).

Manfaat Juwet

  1. Mengobati Diare Untuk mengobati diare bisa dengan menggunakan kulit dahan kering sekitar 1 jari, direbus dengan 2 gelas air mendidih sampai menjadi 1 gelas, airnya disaring dan langsung minum.
  2. Sariawan Rebus kulit kayu atau daun duwet secukupnya. Setelah dingin, gunakan untuk berkumur-kumur. Lakukan 3-4 kali dalam sehari.
  3. Batuk Kronis dan Asma 1. Cuci buah jamblang segar (15 g) sampai bersih buah bijinya, lalu makan. Lakukan tiga kali sehari 2. Sediakan buah jamblang kering (15g). Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air sampai seluruh buah terendam, lalu tim sampai matang. Setelah dingin, minum airnya dan makan buahnya sekaligus. Sebaiknya lakukan tiga kali sehari.
  4. Menyembuhkan Luka Diabetes Selain mencegah kelebihan kolesterol, duwet juga ampuh sebagai obat diabetes. Biji buah ini mengandung glukosida phytomelin. Zat ini dapat mengurangi kerapuhan pembuluh darah kapiler penyebab luka diabetes yang lama sembuhnya. Di dalam buah duwet juga banyak mengandung astringent, suatu zat yang dipercaya dapat membantu penyembuhan luka diabetes karena sifat astringent yang dapat menciutkan kulit. Untuk mengatasi diabetes, 15 butir biji duwet ditumbuk halus dan direbus. Rebusan itu dibagi jadi tiga bagian untuk satu hari. Ulangi setiap hari sampai badan terasa segar. Kulit pohon duwet bisa digunakan pula untuk diabetes. Sebanyak 250 gram kulit duwet basah dipotong-potong, lalu direbus dengan 3 gelas air hingga jadi dua gelas. Saring airnya lalu diminum sedikit-sedikit sampai habis dalam satu hari.

Gambar Bibit Juwet Hitam



Budidaya Juwet

  1. Syarat Tumbuh Duwet/Jamblang dapat tumbuh baik di daerah tropik pada ketinggian 600 m dpl., walaupun dijumpai juga pada ketinggian sampai 1800 m dpl. Pada kondisi terakhir itu pohonnya tidak dapat berbuah, tetapi dapat dimanfaatkan kayunya. Tanaman ini berkembang dengan baik di wilayah yang curah hujan tahunannya di atas 1000 mm, dengan musim kering yang tegas. Duwet tumbuh di tepian sungai dan dapat bertahan terhadap genangan yang berkepanjangan. Setelah masa pertumbuhan awal, tanaman ini toleran terhadap kekeringan. Juga mampu tumbuh di daerah yang hangat dari wilayah subtropik. Di Florida bagian selatan (Amerika Serikat), pohon duwet dewasa dapat terganggu oleh adanya embun beku yang kadang-kadang turun. Duwet dapat tumbuh subur pada berbagai tipe tanah, di lahan basah dan rendah, dan lahan yang lebih tinggi dengan sistem pengaliran air yang baik (tanah liat, campuran tanah liat dan kapur, tanah berpasir, tanah berkapur).
  2. Pedoman Budidaya Duwet pada umumnya diperbanyak dengan benih (yang cepat kehilangan viabilitasnya), walaupun kultivar unggul dapat diperbanyak secara aseksual dengan pencangkokan, pelengkungan, penyambungan, dan penempelan. Dalam pencangkokan, cabang-cabang yang telah berakar dapat dipisahkan dalam waktu 90 hari setelah pelaksanaan pencangkokan itu. Penyambungan dan penempelan dilakukan untuk perbanyakan dalam skala besar. Penyambungan celah (cleft grafting), yaitu metode yang digunakan di Filipina, dapat dilakukan dalam bulan apa saja, tetapi keberhasilan sampai 95 96 dapat dicapai jika dikerjakan dalam bulan November sampai Desember. Penempelan dapat dilakukan dengan metode sumbat (patch) atau perisai (shield). Tanaman hasil penempelan atau hasil penyambungan dapat ditanam pada awal musim hujan dengan jarak tanam yang diajurkan, yaitu 8-10 m.
  3. Pemeliharaan Pohon duwet memerlukan sedikit saja perawatan dan perhatian sampai menghasilkan buah. Di India, pupuk diberikan setelah panen. Jika hasil buahnya tidak memuaskan, pohon duwet dapat dicoba dipangkas akarnya atau dikerat-lingkar (girdled).
  4. Hama dan Penyakit Tidak ada penyakit dan harna yang berbahaya menyerang .pohon duwet. Ulat pemakan daun, lalat putih, kutu perisai, kutu bubuk, dan lalat buah kadang-kadang mencapai tingkat yang merusak.
  5. Panen dan Pasca Panen Buah-buah duwet tidak matang pada saat yang sama. Buah matang berubah warnanya menjadi lembayung tua atau hampir hitam, dan akan jatuh ke tanah. Buah yang dimanfaatkan untuk keperluan nunahtangga dapat cukup clikumpulkan dari bawah pohonnya saja, tetapi untuk dipasarkan sebaiknya dipetik dengan selektif. Pemanenan ini merupakan pekerjaan yang memakan waktu, karena pohonnya harus dipanjat untuk dipetik buahnya yang matang, dengan tangan. Hasil Hasil buahnya sangat bervariasi; pohon yang berbuah lebat menurut -laporan menghasilkan sampai sebanyak 100 kg per pohon. Pohon-pohon yang berasal dari klon tetap berperawakan lebih kecil, tetapi masih dapat menghasilkan 60-70 kg, jumlah buah sedemikian itu cukup banyak untuk seorang petani pelcarangan. Penanganan pasca panen Buah duwet dipilahpilah, yang rusak atau yang berukuran terlalu kecil dibuang. Buah-buah itu segera dibawa ke pas air dan segera diperjualbelikan, mengingat buah itu sangat mudah rusak
  6. Perlu Dipupuk dan Dipangkas Sebelum ditanam permanen, lebih dulu disiapkan lubang tanam yang telah diberi pupuk kandang dan zat antirayap. Pembuatan lubang tanam sama dengan tanaman buah lainnya. Selanjutnya 4 -6 bulan sekali tanaman diberi pupuk kandang dan ZPT untuk merangsang pertumbuhan. Tidak ketinggalan sebulan sekali juga disemprot zat antihama, untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Menjelang berbunga, kira-kira umur 4 tahun, ditambahkan pupuk NPK (15 x 15 x 15) dengan dosis secukupnya. Selain itu enam bulan sekali juga diberikan zat antirayap. Pupuk diberikan dengan cara membuat alur di sekeliling tanaman. Pupuk disebar merata, lalu ditutup dengan tanah. Agar tetap gembur, tanah di sekitar tanaman juga perlu didangir secara rutin. Dua tahun sekali dilakukan pemangkasan cabang-cabang yang kira-kira tidak diperlukan, bentuknya kurang bagus atau lemah. Cabang-cabang di bagian bawah juga dipangkas, karena saya menginginkan tanaman tumbuh tinggi, kata Henny. Dengan pemangkasan ini diharapkan akan tumbuh tunas-tunas baru yang lebih baik dan sehat. Dengan perawatan yang baik, duwet putih akan tumbuh subur dan bebas hama penyakit. Tanaman yang berasal dari biji akan berbuah setelah berumur 5 -6 tahun. Selain buahnya dapat dimakan, kulit biji duwet puih ini juga diyakini sebagai obat kencing manis.Cara Menanam Juwet Putih
Kunjungi www.anekabibitmurah.com & www.istanabibit.com
YouTube: Aneka Bibit Murah
Facebook: Aneka Bibit Murah
Jual Bibit Juwet Hitam Harga Murah Jual Bibit Juwet Hitam Harga Murah Reviewed by Catur Deni on Agustus 06, 2017 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.