Anda membutuhkan tanaman dalam partai besar? Kami tawarkan harga terbaik untuk anda. Segera hubungi kami
081 3355 95272

Jual Tanaman Sambiloto Harga Bersahabat

Jual Tanaman Sambiloto Harga Bersahabat

Tanaman Sambiloto merupakan salah satu tanaman obat herbal yang banyak dibutuhkan dalam industri obat tradisional di Indonesia. Tanaman ini memiliki banyak sekali kandungan zat yang berguna untuk kesehatan tubuh kita. Cukup banyak klaim yang menunjukkan manfaat sambiloto dalam pengobatan tradisional, seperti untuk meningkatkan ketahanan tubuh terhadap infeksi kuman, anti diare, gangguan lever, dan anti bakteri.

Silahkan hubungi kami untuk mendapatkan tanaman Sambiloto dengan kualitas yang super dengan harga yang terjangkau, hubungi kami di
www.anekabibitmurah.com & www.istanabibit.com
YouTube: Aneka Bibit Murah
Facebook: Aneka Bibit Murah

Tanaman Sambiloto

Tanaman sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) ex Nees)  merupakan salah satu tanaman obat herbal yang banyak dibutuhkan dalam industri obat tradisional di Indonesia. Tanaman yang bisa dijumpai hampir di seluruh kepulauan nusantara ini memiliki beberapa nama daerah seperti ki oray atau ki peurat (Jawa Barat), bidara, takilo, sambiloto (Jawa Tengah dan Jawa Timur), atau pepaitan atau ampadu (Sumatera). Tanaman sambiloto telah lama dikenal memiliki khasiat medis. Cukup banyak klaim yang menunjukkan manfaat sambiloto dalam pengobatan tradisional, seperti untuk meningkatkan ketahanan tubuh terhadap infeksi kuman, anti diare, gangguan lever, dan anti bakteri.

Dalam industri obat tradisional Indonesia, sambiloto dimanfaatkan untuk berbagai produk, seperti jamu anti inflamasi, obat penurun tekanan darah, dan sebagainya. Tanaman sambiloto tergolong tanaman terna (perdu) semusim yang banyak ditemukan tumbuh liar di tempat terbuka, seperti di kebun, tepi sungai, tanah kosong yang agak lernbap, atau di pekarangan mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 700 m dpl.

Tanaman ini  memiliki batang berkayu berbentuk bulat dan segi empat serta memiliki banyak cabang (monopodial). Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang, bentuk lanset, pangkal runcing, ujung meruncing, tepi rata, permukaan atas hijau tua, bagian bawah hijau muda. Perbungaan rasemosa yang bercabang membentuk malai, keluar dari. ujung batang atau ketiak daun. Bunga berbibir berbentuk tabung;kecil- kecil, warnanya putih bernoda ungu. Buah kapsul berbentuk jorong, pangkal dan ujung tajam, bila masak akan pecah mernbujur menjadi 4 keping. Biji gepeng, kecil-kecil, warnanya cokelat muda.

Daun sambiloto banyak mengandung senyawa andrographolide, yang merupakan senyawa lakton diterpenoid bisiklik. Andrographolide yang rasanya pahit memiliki sifat melindungi hati (hepatoprotektif), dan terbukti mampu melindungi hati dari efek negatif galaktosamin dan parasetamol. Khasiat ini berkaitan erat dengan aktifitas enzim-enzim metabolik tertentu.

Kandungan dan Manfaat Tanaman Sambiloto

Anti-inflamasi
Sambiloto mengandung zat dehidroandrografollida, neoandrografolida dan andropolida yang mengurangi produksi histamin, dimetiol benzena dan adrenalin. Dehidroandrografolida dapat meningkatkan sintesis dan pengeluaran hormon ACTH di kelenjar pitutari. ACTH berfungsi mengeluarkan sinyal untuk membuat kortisol, yaitu agen anti inflamasi alami.

Anti diabetes
Zat etanolik pada sambiloto dapat mencegah terjadinya hiperglikemik dan menurunkan stress oksidatif berdasarkan percobaan terhadap tikus diabetes. Sedangkan penelitian lain yang memberikan herbal dengan fortifikasi sambiloto sebanya 50 mg dan 100 mg selama 60 hari menunjukan penurunanan signifikan gula darah, meningkatkan kadar insulin plasma dan glikogen hepatik serta hemoglobin total.

Mengobati diare
Menurut sebuah penelitian bakteri diare akut dapat diobati dengan konsumsi ekstrak sambiloto 500 mg sebanyak 3 kali sehari selama 6 hari. Komponen andrografolida dan neoandrografolida berperan dalam mengatasi diare.

Memabantu pengobatan HIV 
Andrograpolida mencegah transmisi virus ke sela lain dalam tubuh dan menghentikan perkembanagn penyakit dengan mengubah sinyal antar sel.

Anti malaria
Ekstrak metanol dari sambiloto menunjukan aktivitas melawan Plasmodium berghei salah satu parasit transit malaria. Ekstrak metanolik ini mencegah terjadinya multiplikasi parasit. Selain itu ekstrak sambiloto njuga efektif mematikan cacing filariasis yang merusak saluran limpa. ekstrak etanol sambiloto juga efektif mematikan jamur dan bakteri berbahaya menurut berbagai penelitian.

Mencegah penyakit jantung
Ekstrak sambiloto dapat memperlamabat waktu pemebntukan plak yang menyempitkan pembuluh darah, membantu proses alami pelarutan plak dan menghaluskan otot saluran darah.

Manfaat lain
Ekstrak sambiloto khususnya zat andrografolida menunjukan aktivitas yang efektif untuk mencegah penyakit hati/hepar, meningkatkan sistem imun, anti kanker, dan lain sebagainya.

Gambar Tanaman Sambiloto


Budidaya Tanaman Sambiloto

Persyaratan Tumbuh
Secara alami, sambiloto tumbuh mulai dari dataran pantai sampai 600 m dpl, dengan curah hujan 2000-3000 mm/th. Tanaman ini membutuhkan banyak sinar matahari atau sedikit ternaungi. Sambiloto mampu tumbuh hampir pada semua jenis tanah. Namun demikian, untuk menghasilkan produksi yang maksimal, diperlukan kondisi tanah yang subur, seperti Andosol dan Latosol.

Bahan Tanaman
Sambiloto dapat diperbanyak secara vegetatif (dengan setek) maupun generatif (dengan biji). Pembenihan dengan biji dilakukan dengan cara merendam biji terlebih dahulu selama 24 jam dan kemudian dikeringkan sebelum disemai. Penyemaian dilakukan pada bedeng dengan media campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Perkecambahan akan terjadi sekitar 7 hari kemudian. Setelah mempunyai 5 helai daun, benih kemudian dipindah ke polibag dengan media tanam campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang. Benih dapat dipindah ke lapang setelah 21 hari. Benih dari setek diambil dari 3 ruas pucuk tanaman yang sudah berumur 1 tahun. Benih setek siap dipindahkan ke lapang setelah berumur 21 hari. Benih dari setek lebih cepat berbunga dibandingkan benih dari biji.

Pengolahan tanah
Pengolahan tanah dilakukan agar diperoleh tanah yang gembur dengan cara menggarpu dan mencangkul tanah sedalam  30 cm. Tanah hendaknya dibersihkan dari ranting-ranting dan sisa-sisa tanaman yang sukar lapuk. Saluran drainase harus diperhatikan, terutama pada lahan yang datar jangan sampai terjadi genangan (drainase kurang baik). Pembuatan dan pemeliharaan drainase dimaksudkan untuk menghindari berkembangnya penyakit tanaman.

Penanaman
Untuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang maksimal, jarak tanam yang dianjurkan adalah 40 x 50 cm atau 30 x 40 cm disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah. Penanaman dapat dilakukan pada bedengan maupun guludan yang disesuaikan dengan kondisi lahan.

Pemupukan
Ketersediaan unsur hara seperti N, P, dan K juga menentukan produksi dan mutu simplisia sambiloto. Pemupukan yang dianjurkan untuk tanaman sambiloto meliputi pupuk kandang, pupuk Urea, SP-36 dan KCl. Pupuk kandang diberikan seminggu sebelum tanam. Dosis pupuk kandang anjuran berkisar antara 10-20 ton/ha, disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah. Pada tanah yang miskin dan kurang gembur, dianjurkan untuk memberikan pupuk kandang lebih banyak. Dosis pupuk buatan yang dianjurkan adalah 100-200 kg Urea, 150 kg SP-36, 100-200 kg KCl per hektar. Pupuk SP-36 dan KCl diberikan pada saat tanam, sedang Urea diberikan dua kali, yakni pada umur 1 dan 2 bulan setelah tanam, masing-masing setengah dosis.

Pemeliharaan.
Pemeliharaan perlu dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Penyiangan dilakukan seperlunya disesuaikan dengan kondisi perkembangan gulma. Disamping itu, drainase perlu juga dipelihara untuk menghindari terjadinya genangan air. Organisme pengganggu tanaman seperti hama dan penyakit yang ditemukan menyerang pertanaman sambiloto adalah Aphis spp dan Sclerotium sp. Sclerotium sp seringkali menyerang sambiloto khususnya pada musim hujan, dan menyebabkan tanaman layu. Penggunaan bubuk cengkeh atau eugenol dapat mencegah penyebaran Sclerotium sp.

Pola tanam
Sampai saat ini sambiloto belum dibudidayakan secara luas. Rendahnya produktivitas tanaman dan tingkat pendapatan yang diperoleh dari budidaya sambiloto secara monokultur menyebabkan petani tidak tertarik untuk membudidayakan sambiloto. Pembudidayaan sambiloto secara tumpangsari dengan tanaman pangan merupakan salah satu cara untuk menarik minat petani mengembangkan sambiloto. Sambiloto memungkinkan untuk ditanam secara tumpangsari karena tanaman ini mampu tumbuh dan menghasilkan mutu yang baik pada kondisi ternaungi.

Panen
Panen sebaiknya segera dilakukan sebelum tanaman berbunga, yakni sekitar 2 - 3 bulan setelah tanam. Panen dilakukan dengan cara memangkas batang utama sekitar 10 cm diatas permukaan tanah. Panen berikutnya dapat dilakukan 2 bulan setelah panen pertama. Produksi sambiloto dapat mencapai 35 ton biomas segar per ha, atau sekitar 3 - 3,5 ton simplisia per ha. Biomas hasil panen dibersihkan, daun dan batang kemudian dijemur pada suhu 40 - 50 C sampai kadar air 10 %. Penyimpanan ditempatkan dalam wadah tertutup sehingga tingkat kekeringannya tetap terjaga.

Kunjungi www.anekabibitmurah.com & www.istanabibit.com
YouTube: Aneka Bibit Murah
Facebook: Aneka Bibit Murah
Jual Tanaman Sambiloto Harga Bersahabat Jual Tanaman Sambiloto Harga Bersahabat Reviewed by Unknown on Agustus 11, 2017 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.